Loading...

NEWS DETAILS

Oarfish Muncul, Pertanda Tsunami atau Kiamat? Ini Mitos Jepang dan Fakta Ilmiahnya

Oarfish Muncul, Pertanda Tsunami atau Kiamat? Ini Mitos Jepang dan Fakta Ilmiahnya

🌐 halodesa.id

halodesa.id, Dirilis pada:25 Agu 2026, 22:07 / 0 Komentar

Oarfish Muncul, Pertanda Tsunami atau Kiamat? Ini Mitos Jepang dan Fakta Ilmiahnya

JAKARTA – Kemunculan ikan oarfish di kawasan pantai selalu menarik perhatian. Tubuhnya yang panjang seperti pita, ukurannya yang dapat mencapai beberapa meter, serta kebiasaannya hidup di laut dalam membuat ikan ini sering dianggap sebagai hewan misterius.

Di Jepang, oarfish bahkan memiliki tempat khusus dalam cerita rakyat. Ikan ini dikenal dengan nama Ryūgū-no-tsukai, yang secara harfiah dapat diartikan sebagai “utusan dari istana dewa laut”. Dalam kepercayaan tradisional, kemunculan ikan laut dalam seperti oarfish di dekat permukaan atau pantai kerap dikaitkan dengan pertanda akan datangnya gempa bumi atau bencana besar.

Karena kepercayaan tersebut, oarfish kemudian mendapat julukan “doomsday fish” atau ikan pertanda kiamat. Istilah ini kembali ramai digunakan setelah sejumlah oarfish ditemukan terdampar di Jepang sebelum gempa dan tsunami Tōhoku pada 2011.

Namun, hubungan tersebut ternyata tidak sesederhana yang dipercaya dalam mitos.

Mitos: Oarfish Muncul Sebelum Gempa Besar

Cerita mengenai oarfish sebagai pertanda bencana telah lama berkembang di Jepang. Kepercayaan tersebut kembali menjadi perhatian setelah sekitar 20 oarfish dilaporkan muncul di pantai-pantai Jepang pada 2009 dan 2010, sebelum gempa dan tsunami besar Tōhoku pada Maret 2011.

Bagi sebagian masyarakat, kejadian tersebut dianggap sebagai bukti bahwa oarfish mampu merasakan perubahan yang terjadi sebelum gempa.

Kebetulan tersebut kemudian memperkuat cerita bahwa ikan laut dalam ini merupakan semacam “peringatan alam” sebelum bencana.

Tetapi, satu rangkaian kejadian yang berdekatan secara waktu belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

Fakta: Penelitian di Jepang Tidak Menemukan Hubungan Signifikan

Pada 2019, peneliti melakukan analisis statistik untuk menguji kepercayaan tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam Bulletin of the Seismological Society of America membandingkan catatan kemunculan ikan laut dalam yang sering dikaitkan dengan gempa—termasuk oarfish dan slender ribbonfish—dengan catatan aktivitas gempa di Jepang. Peneliti mengumpulkan data 336 kemunculan ikan dan 221 gempa.

Hasilnya tidak menunjukkan hubungan yang berarti antara kemunculan ikan laut dalam dengan gempa yang terjadi setelahnya.

Dengan kata lain, oarfish yang muncul di pantai tidak dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi gempa bumi. Para peneliti bahkan menggambarkan hubungan yang selama ini dipercaya tersebut sebagai korelasi yang bersifat semu atau illusory correlation.

Lalu Mengapa Oarfish Bisa Muncul ke Permukaan?

Oarfish merupakan ikan laut dalam. Kemunculannya ke permukaan memang tergolong jarang, sehingga setiap penemuan biasanya langsung menjadi perhatian.

Namun, alasan ikan tersebut berada di perairan dangkal tidak otomatis berkaitan dengan aktivitas tektonik.

Perubahan kondisi laut, arus, suhu, kondisi lingkungan, penyakit atau kondisi fisik ikan dapat menjadi faktor yang perlu diteliti ketika seekor oarfish ditemukan di dekat pantai.

Karena itu, menemukan oarfish terdampar tidak berarti masyarakat harus langsung menyimpulkan bahwa gempa atau tsunami akan terjadi.

Bagaimana dengan Tsunami?

Hal yang perlu dibedakan adalah indikator tsunami dan fenomena biologis.

Tsunami merupakan fenomena yang berkaitan dengan perpindahan besar massa air, yang paling sering disebabkan oleh gempa bumi bawah laut dengan karakteristik tertentu. Kemunculan seekor ikan tidak dapat digunakan sebagai peringatan tsunami.

Jika terjadi potensi tsunami, masyarakat harus mengikuti informasi resmi dari lembaga pemantauan gempa dan tsunami, bukan berdasarkan kemunculan hewan tertentu.

Jadi, Apakah Oarfish Pertanda Kiamat?

Tidak ada bukti ilmiah bahwa oarfish merupakan pertanda kiamat, gempa besar, maupun tsunami.

Julukan “ikan kiamat” lebih tepat dipahami sebagai bagian dari folklore dan budaya populer yang berkembang karena bentuk ikan yang tidak biasa serta sejumlah kejadian yang kebetulan terjadi berdekatan dengan bencana.

Kemunculan oarfish tetap merupakan fenomena laut yang menarik dan layak diteliti. Namun, mengubahnya menjadi prediksi bencana tanpa bukti ilmiah dapat menimbulkan kepanikan dan informasi yang menyesatkan.

Mitos vs Fakta

MITOS: Oarfish muncul berarti gempa akan terjadi.
FAKTA: Penelitian statistik di Jepang tidak menemukan hubungan signifikan antara kemunculan oarfish dan gempa berikutnya.

MITOS: Oarfish adalah “ikan kiamat”.
FAKTA: “Ikan kiamat” merupakan julukan yang berkembang dari folklore dan pemberitaan, bukan klasifikasi ilmiah.

MITOS: Kemunculan oarfish bisa digunakan untuk memprediksi tsunami.
FAKTA: Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung penggunaan oarfish sebagai indikator tsunami.

MITOS: Setiap oarfish yang terdampar merupakan tanda bencana besar.
FAKTA: Kemunculan ikan di pantai harus dilihat sebagai fenomena biologis dan oseanografis yang perlu diteliti, bukan sebagai ramalan bencana.

Kesimpulan

Oarfish memang menyimpan banyak cerita dan mitos, khususnya dalam budaya Jepang. Namun, ketika mitos tersebut dibandingkan dengan penelitian ilmiah, klaim bahwa kemunculan oarfish merupakan pertanda gempa atau tsunami belum terbukti.

Jadi, jika kembali ditemukan oarfish di pantai, masyarakat tidak perlu panik. Dokumentasikan temuan tersebut, laporkan kepada pihak terkait jika diperlukan, dan tetap mengandalkan informasi resmi dari lembaga kebencanaan dan pemantauan gempa-tsunami untuk mengetahui potensi bahaya.

Oarfish mungkin misterius, tetapi bukan alat peramal kiamat.

Sumber: Bulletin of the Seismological Society of America, Australian Museum, AFP Fact Check, dan sumber ilmiah terkait.


0 Comments:

  1. No comments yet. Be the first to comment!

Berikan Komentar